Hari Hemofilia: Momen Belajar Mengenali Gangguan Pendarahan


Jakarta, CNN Indonesia — 

Setiap tahunnya, tanggal 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia. Hari ini menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hemofilia dan gangguan pendarahan lainnya.

Hemofilia merupakan gangguan pembekuan darah yang terjadi akibat kekurangan faktor VII dan IX. Pasien hemofilia umumnya akan mengalami pendarahan yang berlangsung lebih lama akibat kurangnya protein yang membuat darah sukar membeku.

Tak hanya itu, orang dengan hemofilia juga mungkin mengalami pendarahan pada persendian dan otot tanpa mengalami cedera atau luka.

Hemofilia bukan penyakit yang dapat disembuhkan. Namun, pengidap hemofilia bisa memperbaiki kualitas hidupnya dengan mencegah luka dan melakukan kontrol rutin.

Hemofilia juga terbilang langka. Mengutip laman CDC, penyakit ini terjadi pada sekitar 1 dari setiap 5.000 kelahiran. Laki-laki menjadi kelompok yang lebih berisiko.

Tahun ini, peringatan Hari Hemofilia Sedunia mengambil tema ‘Adapting to Change: Sustaining Care in A New World‘ (Beradaptasi dengan perubahan: perawatan berkelanjutan di dunia yang baru).

World Federation of Hemophilia (WFH) menyebut, tema ini mencerminkan kondisi pandemi yang memberikan dampak besar terhadap para penyandang gangguan pembekuan darah ini.

“Pandemi Covid-19 memang membuat hidup jadi penuh tantangan bagi orang-orang yang mengalami gangguan pendarahan. Tapi, kita bisa bersama-sama berjuang demi pengobatan yang adil untuk semua,” ujar Presiden WFH, Caesar Garrido, dalam rilis pers.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam peringatan ini. Pertama, masyarakat bisa mengirimkan foto diri sembari mengenakan sesuatu berwarna merah ke laman media sosial WFH.

Anda juga bisa berbagi cerita mengenai pengalaman tinggal atau merawat seseorang dengan kelainan pendarahan ini ke situs World Hemophilia Day.

“Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Namun, WFH tetap mendorong Anda untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku di tempat masing-masing,” tulis WFH.

Hari Hemofilia Sedunia sendiri telah dimulai sejak tahun 1989 silam. Tanggal 17 April bertepatan dengan hari kelahiran pendiri WFH, Frank Schnabel.

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210416141801-255-630840/hari-hemofilia-momen-belajar-mengenali-gangguan-pendarahan?fbclid=IwAR0nqW8TiY0oagfhSQJbkcjBryutvme3xIJtYLgEx3E5gxxYNRktJg8h5HM