Mengenal Osteoporosis dan Pseudotumor pada Hemofilia

Hai semuaa…
Kembali kami, HMHI Pusat mengadakan Seri Edukasi Awam FB LIVE di Grup Hemofilia Indonesia. Acaranya akan tayang pada hari Minggu, 20 Desember 2020 pukul 10.00 -12.00 WIB.

Kali ini kita membahas Mengenal Osteoporosis dan Pseudotumor pada Hemofilia. Bahasan kali ini cukup penting juga lho.. Bahkan sangat penting untuk disimak.
Kenapa? Hmm.. gini yaa… kalau kalian simak FB Live terdahulu tentang pentingnya segera melakukan penanganan saat terjadi perdarahan (bengkak/bleeding/lebam), maka bahasan kali ini akan menjelaskan efek lanjutan dari telatnya penanganan saat perdarahan.
Terus nih.. dalam keseharian, seringkan kita jumpai penderita hemofilia memiliki organ tubuh yang sudah tidak terlihat normal? Lutut/Siku membesar, dll. Dan saat diperiksa, kadang dokter ada yang menyebut Osteoporosis atau Pseudotumor.
Apa sih Osteoporosis?
Secara harfiah, osteoporosis artinya tulang keropos, yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang. Tulang yang awalnya padat menjadi tipis dan berongga, sehingga kekuatan tulang pun menurun dan menjadi rentan terhadap trauma maupun fraktur (tulang patah). Perlu diketahui, pada penderita osteoporosis, risiko mengalami patah tulang sebesar 50% dengan tingkat keparahan berupa cacat seumur hidup lho…
Menurut data World Health Organization (WHO) menunjukkan, sebanyak 200 juta orang di dunia menderita osteoporosis. Menurut National Osteoporosis Foundation, di Amerika saja, hampir 10 juta penduduknya menderita osteoporosis.
Osteoporosis dapat menyerang siapa saja,termasuk anak-anak. Apalagi jika punya faktor risiko seperti merokok,konsumsi alcohol,soda,kafein, berat badan kurang, polamakan tidaksehat, diet rendah kalsium dan vitamin D serta jarang berolahraga.
Nah,buat penyandang hemofilia, osteoporosis juga harus diwaspadai karena biasanya para penyandang hemofilia cenderung kurang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Apa lagi yang harus dilakukan oleh penyandang hemofilia untuk mencegah terjadinya osteoporosis ?
Apa sih Pseudotumor?
Pseudotumor pada hemofilia terjadi karena perdarahan berulang di tulang atau jaringan lunak, yang tidak diobati dengan baik sehingga perlahan-lahan akan semakin besar dan merusak jaringan atau organ di sekitarnya. Prosesnya terjadi perlahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dan seringkali tanpa gejala, kecuali jika terjadi tekanan pada saraf atau gangguan pembuluh darah.
Jika terlambat ditangani, bisa menyebabkan perlunya tindakan operasi untuk pengangkatan “tumor” tersebut, yang tentunya berisiko pada penyandang hemofilia untuk terjadi perdarahan selama dan setelah Tindakan.
Nah… pentingkan bahasan kali ini?
Jadi.. yuk.. kita perkaya diri dengan ilmu bermanfaat demi diri sendiri atau untuk orang-orang terkasih dengan ikuti FB Live di hari minggu nanti. Bisa tanya jawab langsung dengan para narasumber yang ahli dibidangnya ya..
Perkaya diri dengan ilmu bermanfaat itu penting, agar tidak ada kata terlambat dan sesal dikemudian hari..
Sampai bertemu hari Minggu jam 10.00 ya…
Salam,
Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia