Selamat Kepada Pemenang Lomba Cerpen HMHI 2019, Kategori Hemophiliac Dibawah Usia 18 tahun

Peserta Lomba Cerita Pendek untuk Kategori Hemophiliac dibawah usia 18 tahun hanya berjumlah 3 orang. Di antara ketiga peserta ini pilihan Juri akhirnya tertuju kepada Shilvasya Reulfa Sukma sebagai Pemenang Lomba Cerita Pendek Kategori Hemophiliac dibawah Usia 18 tahun. Shilvasya adalah seorang gadis kecil berusia 12 tahun dengan kelainan von Willebrand Disease (vWD).

Dalam karyanya, Shilvasya mampu menceritakan secara jelas sesuai dengan usianya tentang kehidupan sebagai penderita vWD dan cita citanya.


LIVING WITH HEMOPHILIA

Ada seseorang anak perempuan menderita Hemofilia. Mungkin banyak yang tidak tahu itu ‘Hemofilia. Hemofilia adalah kekurangannya zat pembeku darah pada tubuh penderita. Anak itu terdiagnosis Hemofilia VWD. Untuk penderita perempuan disebut Hemofilia VWD (Von Willebrand Diasease). Penderita Hemofilia perempuan lebih sedikit, Hemofilia kebanyakan diderita oleh laki laki.

Penderita Hemofilia harus lebih berhati hati karena jika terluka sangat sulit untuk berhenti keluar darah. Jika terjadi lebam, jatuh, terpelincir, maka penderita Hemofilia harus langsung ditangani jika tidak maka bisa menyebabkan lumpuh.

Hidup dengan Hemofilia sudah biasa bagi seorang anak itu. Dia bernama Rey. Dia terlihat seperti anak normal lainnya, namun jika terjadi pendarahan maka terlihat dia berbeda dari anak yang lain. Darah dilukanya akan susah berhenti jadi dia harus bolos sekolah, dan saat berdarah lagi maka dia akan bolos sekolah dan begitu seterusnya.

Saat disekolah kadang dia tidak ikut pelajaran olahraga. Kadang kakinya sering sakit setelah ikut aktifitas yang banyak memakan energinya. Walau ia menjadi anak yang berbeda dengan penyakitnya tetapi ia tetap mendapat teman disekolahnya.

Suatu hari ada temannya ada yang terluka. Temannya itu sedang bercanda lalu terbentur keras dengan dinding, lalu teman disekitarnya membantunya untuk pergi ke UKS. Rey merasa jika ia yang terbentur pasti akan berdarah akan lama berhentinya dan masuk rumah sakit. Pernah juga ada temannya yang jatuh dari tangga, Rey merasa pasti itu sangat sakit dan bisa lumpuh. Kadang Rey merasa “Kenapa aku harus menderita Hemofilia?” tetapi ia harus terus kuat untuk orang disekitarnya.Dengan Hemofilia tidak akan mengahalanginya untuk bercita cita. Dia ingin menjadi Dokter Hematologi agar bisa membantu penderita lain yang sama sepertinya.

Dengan cita citanya yang tinggi itu ia bisa lulus SMP dengan IPA dan Matematika dengan nilai tinggi. Rey juga berekstrakulikuler PMR agar ia tahu pengetahuan tentang kedokteran, ia melanjutkan ekstrakulikulernya saat SMA. Saat SMA ia tetap dapat teman meskipun ia berbeda dengan penyakitnya.

Hari demi hari berlalu, ia pun lulus SMA dengan nilai IPA dan Matematika tertinggi. Rey sangat senang karena ia bisa menjadi Dokter dengan nilai IPA dan Matematika tinggi. Rey masuk universitas tinggi lalu ia mengambil jurusan kedokteran. Setelah sekian lama akhirnya Rey lulus dan bisa menjadi Dokter Hematologi di RSCM.

Sekarang ia bisa meraih cita citanya menjadi Dokter meskipun ia menderita Hemofilia. Rey sering mendapat pasien Hemofilia yang sudah parah sekali seperti, ada anak yang terjatuh lalu lumpuh dan tidak bisa berjalan. Rey bersyukur karena ia menderita Hemofilia yang tidak terlalu parah.

Dengan Hemofilia bisa membuat saya untuk berhati hati saat menjalankan aktifitas sehari hari dan selalu besyukur atas apa yang kita dapat, orang disekitarnya selalu mengatakan bahwa “Jadikan kekuranganmu sebagai kelebihanmu” itu yang membuat Rey bertahan sampai ia bisa meraih cita citanya walau ia menderita Hemofilia. Dan untuk seluruh penderita Hemofilia Indonesia jangan pantang menyerah dan teruslah raih mimpmu.

———

Demikian kami sampaikan Pengumuman Lomba yang kami adakan dan kepada seluruh Pemenang kami ucapkan Selamat atas karyanya. Besar harapan kami, Lomba ini dapat memberikan motifasi untyuk terus berkarya dan mengasah diri agar dapat lebih maju lagi di kemudian hari.

Kepada Pemenang yang akan mendapatkan :
Notebook

Pemenang Lomba Cerita Pendek Kategori Hemophiliac dibawah Usia 18 tahun.

Pemenang Lomba Cerita Pendek Kategori Hemophiliac diatas Usia 18 tahun.

Telepon Pintar (Smart Phone)

Pemenang Lomba Cerita Pendek Kategori Orang tua dan Keluarga

Pemenang Lomba Vlog untuk Kategori Hemophiliac diatas usia 18 tahun

Pemenang Lomba Vlog untuk Kategori Hemophiliac dibawah usia 18 tahun

Panitia Penyelenggara akan menghubungi untuk proses pengiriman hadiah lomba ini.

Terima kasih kami ucapkan kepada Rudi Soedjarwo atas kesediannya menjadi Juri Utama serta Juri lainnya :

Dr. dr Novie Amelia Chozie, SpA(K)

dr. Fitri Primacakti, SpA(K)

Ir Daru Indriyo

Muhammad Gunarso, S.Kom.

Novi Riandini, S.Kom.

Dr. Endang Mariani, MSi

Bogar Baskoro, SKM
yang telah berkenan menjadi Juri ditengah kesibukannya yang sangat padat.

Sebagai penutup, kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Roche Indonesia, sehingga Lomba ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Hormat kami,
Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K)

Ketua

Indonesian Hemophilia Society

(Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia)

#hemofilia #hemofiliaindonesia #hemophilia #hmhi