Terapi untuk Hemofilia A adalah dengan memberikan konsentrat faktor VIII setiap 12 jam, sesuai dosis anjuran dokter, berdasarkan panduan tata laksana hemofilia yang dibuat oleh Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) tahun 2013 yang disesuaikan dengan guideline World Federation of Hemophilia dan ketersediaan obat/fasilitas di rumah sakit setempat. Bila konsentrat factor VIII tidak tersedia, dapat diberikan transfusi kriopresipitat.

Terapi untuk Hemofilia B adalah dengan memberikan konsentrat faktor IX setiap 24 jam, sesuai dosis anjuran dokter, berdasarkan panduan tata laksana hemofilia yang dibuat oleh Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) tahun 2013 yang disesuaikan dengan guideline World Federation of Hemophilia dan ketersediaan obat/fasilitas di rumah sakit setempat. Bila konsentrat faktor IX tidak tersedia, dapat diberikan transfusi kriopresipitat.

Penderita Hemofilia memerlukan penanganan segera apabila mengalami perdarahan. Di bawah ini terlampir infografis penanganan pertama pada peristiwa perdarahan sendi atau otot (seringkali muncul dalam bentuk bengkak atau lebam).

 

Emergency care for Hemophilia - R I C E