|
|
|
| |
| Antara
Kita :.. |
1183 hit(s) |
| Me and My Hemophilia |
| 5 Mei 2008 - Oleh : Ari Sudana |
| |
Hemofilia? Yes, I born with it, so what? Kadang-kadang hemofilia memang bisa jadi hambatan. Tapi hambatan nggak lantas menghentikan kamu untuk melangkah menapaki hidup ini untuk jadi lebih berguna kan?
YOUthers kamu harus percaya kalau hemofilia bukan penyakit, hemofilia hanya sebuah kelainan. Kelainan yang membuat kita harus menambah satu jenis rutinitas yang berbeda dari orang kebanyakan yaitu mendapat treatment transfusi. Lainnya? Kalau kamu bisa jaga diri dan tetap mendapatkan treatment secara benar dan lengkap, kamu bisa hidup secara normal nggak jauh berbeda dengan yang lain.
Me and My Gaul
So, apa yang membuat kamu khawatir, minder dan nggak pede untuk gaul? Lebih baik sekarang kamu buang jauh-jauh pikiran-pikiran jelek kayak begitu. Memang sih, kebanyakan orang dengan hemofilia karena belum semuanya mendapatkan treatment yang utuh, organ tubuhmya mengalami kerusakan bahkan sampai cacat. Tapi apa itu jadi alasan kamu untuk nggak berani bergaul? Ingat bung, pergaulan nggak cukup bermodal kesempurnaan fisik belaka, tapi masih ada otak dan yang paling penting hati. For your information, dalam pergaulan, 70%nya ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi. Buat apa punya badan dan tampang keren kalau ketika diajak mengobrol nggak nyambung dan tulalit? Ding-Dong!
So pahami rahasianya, YOUthers! Mulai detik ini, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah kamu nggak akan menarik diri dari pergaulan. Kenapa? So pasti dong, semakin jauh kamu menarik dirimu, semakin banyak orang yang makin tidak mengetahui kondisimu. Hemofilia bukan alasan buat kamu untuk bersembunyi. Kamu harus yakin kalau kamu tidak merahasiakan kondisimu, semakin banyak pula orang yang akan peduli pada kondisimu dan bukan mustahil mereka akan selalu siap membantumu ketika kamu sedang kesakitan dan butuh bantuan.
Sst, ini hanya buat kita-kita aja nih, dulu waktu masih sekolah, nggak pernah lupa Aku memberitahu guru dan teman-teman lain bahwa Aku adalah seorang penderita hemofilia. “Yes, I’m a hemophiliac.“ Hasilnya? Well, mereka menjadi lebih care dan Aku bisa lulus sekolah tanpa mengalami banyak hambatan.
Me and My Girl Friend
Man! Ini yang selalu jadi masalah buat kebanyakan YOUthers. Banyak di antara mereka yang nggak pede waktu sedang pendekatan dengan lawan jenisnya lantaran mereka selalu menganggap nggak akan ada yang suka dengan keadaan kita. Dude! Urusan yang begini bukan cuma urusan fisik. ini urusan hati, kalau sudah saatnya kamu menemukan pasangan hidup, kamu pasti mendapatkan yang terbaik. Yang care dan nggak banyak memepermasalahkan kekurangan fisik.
Memang sih, hemofilia bisa buat orang seperti lemah, tapi kamu masih punya yang lain, sekali lagi otak dan hati. Percaya deh, ketika kamu mau PDKT dan kamu merasa bahwa dia ragu untuk menerima kamu just say “Man, kamu mungkin lemah, tapi kamu bisa jadi hebat, kamu bisa memberi perempuan ini sesuatu dari kekuranganmu.” Hey Listen, kasih sayang yang terbaik adalah kasih yang memberi saat kamu sendiri sedang kekurangan. So, lets have a hunt.
Me and My Work
Mungkin ada kalanya hemofilia membuat kamu harus tergeletak lemah di tempat tidur. Tapi hal itu nggak harus dong membuat kamu berhenti belajar? Dunia kerja membutuhkan orang-orang terampil dan matang dalam emosi, bukan semata-mata kekuatan fisik. Kalau begini, ketika kamu bleeding, Go, Get The Treatment! Semakin cepat kamu bertindak, semakin dini perdarahan terobati, dan semakin banyak pula waktumu untuk belajar menambah pengetahuan dan keterampilan.
Banyak pekerjaan yang nggak harus mengandalkan kekuatan fisik. Keterampilan tinggi, kematangan emosional dan pengetahuan yang luas pasti bisa membuat kamu termasuk ke dalam kumpulan orang-orang yang dicari perusahaan. Lebih baik lagi kalau kamu yang mampu menciptakan pekerjaan itu sendiri.
FYI, banyak orang hebat di dunia ini mengukir prestasi dengan keterbatasan fisik yang mereka miliki. Sebut saja presiden Rosevelt dari Amerika Serikat, Stephen Hawking dan Hellen Keller. Di luar nama itu masih berderet nama-nama besar yang nggak pernah malu untuk berkarya walaupun memiliki kekurangan fisik.
So, masih percaya tahayul kalau penderita hemofilia nggak bisa apa-apa? YOUthers kamu harus tahu, Tuhan menciptakan kamu penuh rencana. Kamu nggak akan lahir sia-sia. Yang harus kamu lakukan sekarang hanyalah mendapatkan treatment yang menyeluruh, berpikir bahwa kamu BISA, dan berpikir ulang bahwa kamu BISA hidup dan berguna untuk orang lain. See YOU at the TOP!
Jakarta, 4 April 2008 |
|